Selasa, 28 November 2017

Coffe and Cacao Research Center Indonesia Trip

Senin, 27/11/2017.   halo haloo. :)

Assalamualaikum semuanya, kali ini saya Akbar Rizki akan menuliskan pengalaman Company Visit dalam rangka matakuliah Kewirausahaan  ke Pusat Riset Kopi dan Kakao Indonesia. Pusat Riset kopi dan kakao ini didirikan pada 1 Januari 1911 dengan nama waktu itu Besoekisch Proefstation. Setelah mengalami beberapa kali perubahan baik nama maupun pengelola, saat ini secara fungsional Puslitkoka berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian Republik Indonesia, sedangkan secara struktural dikelola oleh Lembaga Riset Perkebunan Indonesia – Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia (LRPI – APPI).
Puslitkoka adalah lembaga non profit yang memperoleh mandat untuk melakukan penelitian dan pengembangan komoditas kopi dan kakao secara nasional, sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 786/Kpts/Org/9/1981 tanggal 20 Oktober 1981. Juga sebagai penyedia data dan informasi yang berhubngan dengan kopi dan kakao.
Sejak berdiri pada tahun 1911, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia berkantor di Jl. PB. Sudirman No. 90 Jember. Namun mulai 1987 seluruh kegiatan/operasional dipindahkan ke kantor baru berlokasi di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Jember berjarak + 20 km arah Barat Daya dari Kota Jember. Pada tahun 2008 terakreditasi oleh Lembaga Sertfikasi KNAPPP dengan Nomor Sertifikat: 006/Kp/KA-KNAPPP/I/2008;
 Sewaktu berkunjung , kami di sambut oleh jajaran manajemen dan staff pusat riset kopi dan kakao  dan di beri pengarahan untuk melakukan tur keliling kebun kakao menggunakan mobil hias kakao. kala berkeliling , kami melihat banyak pohon kakao hasil persilangan  dan juga rekayasa genetik untuk menghasilkan bibit kakao terbaik. selain ada kakao, juga terdapat rusa liar dan yang dibatasi oleh pagar agar tidak masuk ke kebun. 
Sebetulnya, pusat riset ini memiliki 3 kebun, namun tersebar di jember, bondowoso, dan juga malang dan di tiga kebun tersebut ada yang khusus untuk kakao dan untuk kopi. untuk pendanaan sendiri, pusat riset kopi dan kakao tidak mendapat anggaran dari apbn maka dari itu, harus mencari pendapatan sendiri. 
Pusat Riset kopi dan kakao Indonesia  memiliki pabrik produksi coklat, kopi dan juga outlet coklat yang mengusun brand "Vicco" yang merupakan dari Village Cocoa. 

Jumat, 17 November 2017

Take Mie Malang



                                                                         Take M(!)e
Heloo Readers, Jumpa lagi dengan saya theakbarizki.
Apa Kalian tau Ekonomi kreatif??.



Kalau belum tau, Ekonomi kreatif itu ekonomi yang dimotori oleh berbagai macam Industri kreatif.Ekonomi kreatif ini berperan sangat signifikan Lhoo dalam stabilitas ekonomi Indonesi,Mampu bertahan di tengah terpaan krisis Ekonomi Global yang melanda dunia hingga menyebabkan banyak perusahaan gulung tikar.
Ekonomi Kreatif sendiri terdiri dari banyak sektor di dalam nya antara lain Kerajinan tangan, industri hiburan,  Musik,  Kuliner hingga ranah aplikasi digital.
Kali ini saya akan membahas tentang ranah kuliner nihh.
Banyak para pelaku ekonomi kreatif terjun di sektor yang satu ini, Dan kebetulan saya adalah warga kota malang. Jika Readers berkunjung ke kota malang,  tentu akan menjumpai berbagai macam pilihan kuliner mulai dari makanan ringan seperti aneka macam keripik dan camilan camilan hingga berbagai makanan berat. Harga makanan relatif beragam juga tergantung menu yang dipilih.
Mengulas tentang kuliner di kota malang, saya ingin berkisah tentang salah satu warung makan yang terletak di  jalan Bandung, kota Malang. "Take Mie" nama tokonya, Kenapa Take mie?.. Karena pada awal berdirinya toko ini,  hanya mengkhususkan penjualan mie sejenis pangsit untuk dibawa pulang.. Lalu tercetus oleh pemiliknya untuk memberi nama usaha mie ini Take mie. Sewaktu saya ke  take mie untuk kuliah kewirausahaan, saya sempat mengobrol dengan pemilik usaha take mie ini, yaitu mbak irene dan suami beliau. Awal mula sebelum take mie berdiri Suami mbak irene bekerja di ranah Katering dan mbak irene sendiri bekerja berjualan sepatu handmade di Malang Town Square. Namun Melihat suami mbak irene yang suka memasak, mbak irene merencanakan ingin membuka toko masakan sendiri, setelah merencakan kurang lebih 5 tahun sembari menabung modal usaha, akhirnya mbak irene dan suaminya memutuskan untuk membuka gerai di Malang town square,  namun hanya sebentar, lalu pindah lokasi  menuju jalan bandung di depan rumah. Membuka Stan untuk menjual mie yang dikhususkan untuk take away(bawa pulang).
Kenapa kok memilih mie sebagai produk?, tanyaku.. Karena mie itu simpel proses memasaknya hingga packagingnya juga tidak terlalu ribet dan juga bisa untuk semua kalangan. Selain itu dalam pembuatan mie, take mie menjaga kualitas dengan pengawasan bahan yang ketat serta tiap hari dengan barang yang fresh.
Take Mie tertetak di lokasi yang sangat strategis yaitu di seberang sekolah Mtsn 2 malang dan disekitar nya dekat dengan Banyak sekolah dan juga kampus sehingga target konsumen nya menyasar anak-anak sekolah, mahasiswa dan juga para orang tua siswa yang biasanya menjemput anak-anak mereka sepulang sekolah.
                Dalam ranah penjualan, Take mie mampu menjual 30-40 porsi mie setiap harinya. Dengan memiliki tiga pegawai, take mie berfokus pada diferensiasi produk serta kualitas produk. Rencana ke depan ingin membuka cabang di malang, namun untuk sekarang take mie masih mencari formulasi untuk pengelolaan jika membuka cabang.

                Saya pun mencoba salah satu menu yang ada take mie, dan yang saya rasakan adalah pelayanan yang cepat dan juga ramah serta rasa mie yang benar-benar enak untuk lidah orang indonesia. Kebetulan saya penyuka pedas, jadi saya memesan dengan level kepedasan 3. Cukup pedas. Hehe.

Mungkin sekian tulisan dari saya, bila ada kurang lebih nya saya mohon maaf..wasalamualaikum wr.wb. 😊