Take M(!)e
Heloo Readers, Jumpa lagi dengan saya theakbarizki.
Apa Kalian tau Ekonomi kreatif??.
Kalau belum tau, Ekonomi kreatif
itu ekonomi yang dimotori oleh berbagai macam Industri kreatif.Ekonomi kreatif
ini berperan sangat signifikan Lhoo dalam stabilitas ekonomi Indonesi,Mampu
bertahan di tengah terpaan krisis Ekonomi Global yang melanda dunia hingga
menyebabkan banyak perusahaan gulung tikar.
Ekonomi Kreatif sendiri terdiri dari
banyak sektor di dalam nya antara lain Kerajinan tangan, industri hiburan, Musik,
Kuliner hingga ranah aplikasi digital.
Kali ini saya akan membahas tentang ranah kuliner nihh.
Banyak para pelaku ekonomi kreatif
terjun di sektor yang satu ini, Dan kebetulan saya adalah warga kota malang. Jika
Readers berkunjung ke kota malang, tentu
akan menjumpai berbagai macam pilihan kuliner mulai dari makanan ringan seperti
aneka macam keripik dan camilan camilan hingga berbagai makanan berat. Harga
makanan relatif beragam juga tergantung menu yang dipilih.
Mengulas tentang kuliner di kota
malang, saya ingin berkisah tentang salah satu warung makan yang terletak di jalan Bandung, kota Malang. "Take Mie"
nama tokonya, Kenapa Take mie?.. Karena pada awal berdirinya toko ini, hanya mengkhususkan penjualan mie sejenis
pangsit untuk dibawa pulang.. Lalu tercetus oleh pemiliknya untuk memberi nama
usaha mie ini Take mie. Sewaktu saya ke take mie untuk kuliah kewirausahaan, saya
sempat mengobrol dengan pemilik usaha take mie ini, yaitu mbak irene dan suami beliau.
Awal mula sebelum take mie berdiri Suami mbak irene bekerja di ranah Katering
dan mbak irene sendiri bekerja berjualan sepatu handmade di Malang Town Square.
Namun Melihat suami mbak irene yang suka memasak, mbak irene merencanakan ingin
membuka toko masakan sendiri, setelah merencakan kurang lebih 5 tahun sembari
menabung modal usaha, akhirnya mbak irene dan suaminya memutuskan untuk membuka
gerai di Malang town square, namun hanya
sebentar, lalu pindah lokasi menuju jalan
bandung di depan rumah. Membuka Stan untuk menjual mie yang dikhususkan untuk
take away(bawa pulang).
Kenapa kok memilih mie sebagai
produk?, tanyaku.. Karena mie itu simpel proses memasaknya hingga packagingnya
juga tidak terlalu ribet dan juga
bisa untuk semua kalangan. Selain
itu dalam pembuatan mie, take mie menjaga kualitas dengan pengawasan bahan yang
ketat serta tiap hari dengan barang yang fresh.
Take Mie tertetak di lokasi yang
sangat strategis yaitu di seberang sekolah Mtsn 2 malang dan disekitar nya dekat
dengan Banyak sekolah dan juga kampus sehingga target konsumen nya menyasar
anak-anak sekolah, mahasiswa dan juga para orang tua siswa yang biasanya
menjemput anak-anak mereka sepulang sekolah.
Dalam ranah penjualan, Take mie mampu menjual 30-40
porsi mie setiap harinya. Dengan memiliki tiga pegawai, take mie berfokus pada
diferensiasi produk serta kualitas produk. Rencana ke depan ingin membuka
cabang di malang, namun untuk sekarang take mie masih mencari formulasi untuk
pengelolaan jika membuka cabang.
Saya pun mencoba salah satu menu yang ada take mie, dan
yang saya rasakan adalah pelayanan yang cepat dan juga ramah serta rasa mie
yang benar-benar enak untuk lidah orang indonesia. Kebetulan saya penyuka
pedas, jadi saya memesan dengan level kepedasan 3. Cukup pedas. Hehe.
Mungkin sekian
tulisan dari saya, bila ada kurang lebih nya saya mohon maaf..wasalamualaikum
wr.wb. 😊




Tidak ada komentar:
Posting Komentar