Senin, 03 Oktober 2022

Merry Go Round OF Life - Joe Hisaishi

 Hi. Ketemu lagi,

Tulisan Terakhir ku di Blog ini Menunjukkan Bulan November 2017, dan sekarang kalender sudah menunjukkan masuk bulan Oktober 2022. yang berarti hampir lima tahun lalu,


5 Tahun Bisa terasa relatif sangat lama , atau pun relatif sebentar.

5 Tahun Lalu ,aku masih Berstatus Mahasiswa Manajemen, FEB UB. dan masih menginjak semester 4. yang masih merasakan indahnya dunia pendidikan/ studi. menikmati tiap momen yang dilewati. naik turun nya kehidupan perkuliahan.

mulai berjuang dan belajar buat mendapatkan nilai yang bagus, hecticnya mengikuti organisasi dan kepanitiaan dan segala macam warna kehidupan yang sangat indah dan harum.

dan benar memang, kehidupan terasa sangat penuh. belum ditambah aktivitas ku di Pondok, Belajar Inti" Keyakinan-ku yang perlu di pahami, di jalani dan diamalkan. dan sepanjang periode itu aku melalui banyak aktivitas seperti Belajar untuk kegiatan perkuliahan, ikut lomba karya ilmiah, meski ga terlalu bakat disana, ikut himpunan, kemudian lingkar studi tingkat fakultas,ditambah aktivitas mengaji Al-Qur'an dan mengkaji kitab" Ulama terdahulu , utamanya karangan Al-Imam Al- Ghazali. 

dalam perjalanan nya, banyak olah pikir, olah rasa, dan olah karsa dalam menjalani kehidupan, kemampuan refleksi dan relaksasi dalam hidup ini. 

namun disisi lain, sebagai mahasiswa, di usia yang relatif muda saat itu, aku berkisar umur 18 an, sedang sangat semangat untuk mencoba dan mengalami banyak hal. banyak Interaksi dengan orang.

kemudian menginjak tahun berikutnya mulai memfokuskan pandangan dan tenaga dan mengurangi aktivitas di luar perkuliahan dan aktivitas mengaji. karena beban pikiran dalam mencerna keduanya di semester" akhir semakin terasa isinya , dan cukup berat.

aku berkuliah awalnya aku niatkan awalnya buat Ibuku, dan Masuk Ke Pesantren ini keinginan ayahku. karena background dan pengalaman beliau berdua yang sudah memasuki usia yang sangat matang dalam hidup berkesimpulan, dua hal itu yang penting. tak henti membimbing sayta dalam  Inti Prosesnya harus di cerna secara pelan tapi baik dan cukup sempurna.

dan sebenernya punya alasan personal juga, karena lingkungan pondoknya masih deket dengan lingkungan SMA ku, dimana di tempat itu aku punya momen momen senang dan sedih yang cukup signifikan dalam hidupku ,sehingga aku ingin lebih lama dekat disitu dan lebih lama mengingat momen momen itu. yang kukira bakal bisa diulang tapi ternyata hidup jalannya maju..ga mundur.

 namun ya, namanya anak, dan masih relatif muda, lihat temennya seneng.. ya kepengen ngikut aja rasanya, ditengah aktivitas " itu. dan juga sebagai anak fakultas ekonomi, pergaulannya relatif terasa "mahal", berbanding terbalik dengan pergaulan sewaktu sma, dan juga pergaulan pesantren yang relatif "sederhana" namun cukup berkesan. 

pada saat yang sama, mendapat kepercayaan jadi Liaison Officer dan juga Human Relationships di organisasi yang menjadi jalan awal kepanitiaan, jadi pendamping peserta lomba karya tulis. dan mulai dari persiapan, acara, hingga pasca acara, dijalani dengan baik. dan berkesan.. cukup dalam dengan para peserta yang di dampingi.

pada 2018, pada awal tahun.. diminta membantu rekan" pada kontestasi Pemilihan Gubernur sebagai timses salah satu pasangan. dan dijalani dengan baik hingga selesai, dalam perjalanan ini, aku mendapat banyak pelajaran mengenai aktivitas" organisasi dan juga perpolitikan secara langsung dan ya .. pengalaman yang berharga. 

pada pertengahan tahun, setelah selesai semua tanggungan timses, ditawari dua pilihan panitia, staff perkap dan pendamping mahasiswa baru, padal suda ingin istirahat dan fokus akademik dan ngaji aja, tapi ya sudah.. sebagai persembahan terakhirku aku milih jadi pendamping lagi. dan ya disitulah awal semua cerita dimulai...semua keseruan , kesedihan, strugle..warna warna yang paling kuat dalam hidupku diciptakan. 

dan mungkin jadi paling memorable atau apalah, pokonya membekas aja gitu simplenya.

 dimana bahagia dan luka, didefinisikan dan dicetak. dimana senyum dan tangis semua nya ada di tingkat cukup tinggi.

 semester akhir, dan entah niatku fokus ke akademik dan ngaji , kenak distract...karena tiba-tiba suka banget sama seseorang. Firasat awal memang definisi, " She is too good, to be true". tapi kemudian ada momen kuat, yang mendorong perasaanku mengejar semua itu dengan persembahan terakhirku kepada orang " yang aku sukai. 

aku jarang banget bisa suka sama orang dalam tanda kutip " romansa". 

tapi kali ini, jadi pertaruhan terakhirku.. all in. kalo buatku pribadi, entah,..ini sangat affected my life right now.. tapi juga mungkin ini juga jalan takdirku. setiap aku cerita atau minta saran sama ayah.. ya semua yang kamu lihat itu sudah ditulis, kamu seakan" berjuang, tapi sebenernya Yang Maha Kuasa lah yang mengarahkan kamu ke jalan itu.

pada masa itu, aku belajar mengenai ringkasan kitab" Al-Ghazali. puisi Kahlil Gibran dan juga Maulana Jalaluddin Rumi yang ber inti pelajaran akan Al-Qalbu ( Hati) yang maujud. 

keajaiban Hati yang yang Kasyaf. Hati yang Hijabnya (Penghalang) sudah tersingkap. dalam konteks Perjalan menuju Allah, yang disebut orang" sebagai Suluk.

sangat ingin mendalami, mengalami dan menghayati semua itu. dan semua itu ada dalam sosok perempuan itu.

Diza.

total dalam mengabdi, mencinta, merindu, dan mempersembahkan.

dan di tahun 2019.. semua itu wujud.

pengalaman hidup yang,..oh ini namanya kasih -oh ini namanya sayang.

oh ini namanya ridho (rela), oh ini namanya Murka. di tahun ini , tangan kanan ku Patah  dan harus dioperasi yang menelan biaya dan waktu cukup banyak. tapi alhamdulillah bisa nyambung kembali


mungkin itu cara Tuhan Berbicara dengan ku, yang dalam Fatihah terucap....

Segala Puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.

Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Yang MeRajai Hari Pembalasan

Tunjukkanlah kami Jalan yang Lurus

yaitu, Jalan orang- orang yang Engkau Beri Nikmat,

Bukan Jalan mereka yang di murkai dan 

Bukan pula Jalan mereka yang sesat.


Aku jalani hingga perjalanan dan pelajaran selesai, dan ya ternyata.. aku belum kuat.

menerima Hati yang Kasyaf.

ketika semua nya sudah di kabulkan dan..pada akhir 2019.

dan perkiraan, setahun bisa lepas pen dan aku bisa kerja, tp garis hidup berkata lain

aku dapat penglihatan, Harus Pulang ke rumah..pada saat itu aku masi di surabaya magang dan ngerjain tugas akhir dengan segala macam pikiran berkecamuk di kepala dan hati yang was was. 

terjadilah berita pertama, banjir besar di Jakarta.

hingga Feb, baru Reda..

kemudia tidak lama.. Maret 2020 dinyatakan Pandemi Corona Virus yang menyerang saluran nafas dan sangat infeksius. membuat tempat- tempat sumber keramaian dari pasar hingga sekolah diwajibkan tutup dan beraktivitas di rumah saja,  sehingga kembali harus di rumah.. Aku Menderita Cabin Fever juga sindrom pasca putus hubungan.

karena terus diam di rumah dan dikamar, energi yang harusnya untuk aktivitas jadi tidak terolah dan tersalurkan dengan baik. dan jadi punya memiliki energi berlebih untuk berfikir, tapi jadi kemana mana pikirannya. dan itu affected ke emotional stress apalagi pada periode itu sedang ngerjain tugas akhir, aku yang awalnya ambisius mau selesai cepet malah jadi tertekan target dan peer presure juga ke temen yang nanyain kapan lulus dst...

juga waktu itu ibu juga masih harus bertugas jadi relawan medis yang risikonya tinggi , kepikiran buat di rumah aja akhirnya, dimana aku tiap hari nganter ibu ke rs buat tugas dan selalu berdoa buat keselamatan dan kesehatan beliau.

di kondisi ini, aku memutuskan buat harus deket sama keluarga. aku sadar waktunya terbatas.

 banyak temen yang berjuang juga buat survive semua itu, pandemi, skripsi, putus cinta, terus banyak deh..

 ada dosen dan juga ustad yang akhirnya juga jadi korban virus ini. Fatihah.

banyak hal yang terjadi, selama 2020, oya di tahun ini juga. aku di wisuda meski online.

ya sudahlah. sudah selesai juga masanya.

 

kemudia di tahun 2021 aku banyak ngobrol intens sama ayah,, diselingi pas jalan-jalan pagi. terasa deket bangeet. aku nyaman.

pada pertengahan tahun aku mulai ada aktivitas bertani, diselingi kabar sahabat ku sma nikah, dan  sampe akhir tahun waktu selesai panen. jadwal pengangkatan pen yang semula direncanakan setahun, baru bisa dilaksanakan akhir tahun 2021, 2 tahun setelahnya. dimana kasus virus corona varian delta ini sudah agak mereda dan rumah sakit sudah diperbolehkan melakukan operasi setelah sebelumnya dibatasi dan ditunda untuk operasi yang bisa ditunda.

pemulihan pasca operasi sebulan, kemudian kembali beraktivitas. melakukan rutinitas dari pagi sampai sore, ngaji, hingga pada September 2022, Ibu jatuh sakit, kondisinya masih di Icu..sekarang hari ke 6 sejak beliau dilarikan rumah sakit..masih belum sadarkan diri.

aku sangat sayangg ibuku.  😭

hanya tidak tau cara mengungkapkan nya gimana..semoga kali ini menjadi bakti ku...bakti keluarga ke beliau, dan Ya Allah. Berilah Kekuatan, Kesabaran, Kesehatan dan Kesadaran pada Tubuh, Pikiran dan Hati  Beliau. Amiin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar